Rabu, 21 November 2012

hai...hai.. sobat hari ini alan juga mau post tentang:

                                      10 Pulau Terluas Di Dunia

1. Greenland ( Tanah Hijau )
Greenland dalam bahasa Inggris, atau Tanah Hijau (nama resmi: Kalaallit Nunaat, bahasa Denmark: Grønland), adalah sebuah pulau di Samudra Atlantik bagian utara di arah timur laut Kanada. Luas wilayahnya adalah 2.166.086 km². Pulau ini termasuk wilayah Kerajaan Denmark. Sejak tahun 1979, Tanah Hijau diberi kemandirian dan sejak tahun 1985 tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa. Akan tetapi, Ratu Denmark masih tetap menjabat sebagai kepala negara. Ibukota Tanah Hijau adalah Nuuk



 
2. Papua
Pulau Papua atau Irian atau Guinea Baru (Bahasa Inggris: New Guinea) adalah pulau terluas kedua di dunia dengan luas 800.000 km² yang terletak di sebelah utara Australia.

Pulau ini dibagi menjadi dua wilayah yang bagian baratnya dikuasai oleh Indonesia dan bagian timurnya merupakan negara Papua Nugini.

Istilah "Papua" digunakan untuk merujuk kepada pulau ini secara keseluruhan. Nugini berasal dari kata New Guinea, nama yang diberikan oleh orang Barat, yang di-Indonesiakan. Mereka dahulu berpendapat bahwa tanah Papua mirip Guinea, sebuah wilayah di Afrika. Jadi mereka sebut Guinea baru.

Istilah "Papua" sekarang juga digunakan untuk merujuk kepada provinsi di Papua bagian barat yang dikuasai oleh Indonesia, yaitu Papua dan Papua Barat.

Di pulau ini terletak gunung tertinggi di Indonesia, yaitu Puncak Jaya (5.030 m)



 
3. Kalimantan
Kalimantan adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah Barat Pulau Sulawesi. Terbagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia dan Malaysia. Merupakan pulau terluas ke tiga di dunia dengan luas 726.000 km²

Seringkali pulau ini secara keseluruhan disebut Borneo sedangkan wilayah Indonesia disebut Kalimantan, lalu wilayah Malaysia disebut Sarawak dan Sabah. Selain itu ada pula kesultanan Brunei. Pada zaman dahulu, Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda, sedangkan nama pulau Kalimantan digunakan oleh penduduk Indonesia. Dalam bahasa Indonesia dahulu, Kalimantan Utara adalah sebutan untuk Borneo Utara (Sabah), tetapi dalam pengertian sekarang Kalimantan Utara adalah Kalimantan Timur bagian utara. Jadi dalam arti luas Kalimantan meliputi seluruh pulau Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.



 
4. Madagaskar, Afrika
Pulau Madagaskar adalah sebuah pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia dengan luas 578.000 km².
Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika. Pertama kali terpisah dari anak benua India, pulau ini bergerak makin mendekati benua itu. Pulau ini adalah daratan tua, sama seperti Australia, sehingga tanahnya kahat bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah, menunjukkan keadaan tanah yang telah melapuk.

Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi pada Pulau Sulawesi.

Manusia pertama yang menghuni Madagaskar berasal dari Nusantara, dan diperkirakan akibat hubungan dagang masyarakat Nusantara ke pantai timur Afrika pada awal-awal abad Masehi. Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasi masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maanyan, dan tergolong rumpun bahasa Austronesia. Seiring dengan peningkatan perdagangan, masyarakat dari pantai timur Afrika bermigrasi ke pulau ini. Penduduk Madagaskar sekarang adalah campuran dari kedua ras tersebut dengan berbagai derajat. Walaupun berbeda asal-usul, semua warga berbicara dengan bahasa yang sama, walaupun berbeda dialek.




 
5. Baffin, Kanada
Pulau Baffin adalah anggota terbesar dari Kepulauan Arctic Kanada. Pulau ini merupakan pulau terbesar di Kanada dan pulau terbesar kelima di dunia, dengan luas 507.451 km2 (195.928 sq mi) dan memiliki populasi 11.000 Jiwa(2006), Dinamai setelah dijelajahi penjelajah Inggris William Baffin.

Pada bulan September 2008, Nunatsiaq News melaporkan adanya arkeologi sisa-sisa benang, tikus, penghitungan tongkat, kayu berukir budaya Dorset masker Kaukasia menggambarkan fitur, dan kemungkinan arsitektur tetap, yang menempatkan pedagang Eropa dan mungkin pemukim di Pulau Baffin sejak AD 1000.



 
6. Sumatra, Indonesia
Sumatera (juga dieja Sumatra) yang terletak di Indonesia, merupakan adalah pulau keenam terbesar di dunia, dengan luas 443.065,8 km2. Penduduk pulau ini sekitar 42.409.510 jiwa (2000).

Di Sumatera pernah terdapat kerajaan Samudera (sekarang Aceh). Konon pada kunjungannya ke pulau tersebut Ibnu Batutah (cendekiawan Islam asal Maroko) selalu melafalkan kata Samudera menjadi Sumatera, semenjak saat itu nama Sumatera dikenal luas sebagai nama pulau tersebut.

Selain dikenal dengan nama Sumatra, pulau tersebut dikenal dengan nama pulau Andalas atau pula Suwarnadwipa. Suwarnadwipa artinya ialah "pulau emas". Naskah Negarakertagama dari abad ke-14 menyebut "Bumi Malayu" untuk pulau ini.


 
7. Honshu, Jepang
Honshū (本州) adalah pulau terbesar Jepang. Ia terletak di selatan Hokkaido, utara Shikoku di seberang Laut Dalam Negeri, dan timur laut Kyushu di seberang Selat Shimonoseki. Jika diukur dengan seluruh dunia, Honshu merupakan pulau terbesar ketujuh di dunia dan pulau terpadat kedua di dunia setelah Jawa.

Panjang Honshu sekitar 1.300 km dan lebarnya bervariasi antara 50 hingga 230 km. Total wilayahnya adalah 230.500 km², sekitar 60% total luas wilayah Jepang. Garis pantainya sepanjang 5.450 km.

Honshu yang bergunung dan banyak mempunyai gunung berapi sering dilanda gempa bumi (Gempa Bumi Besar Kanto pada September 1923 merusak Tokyo dengan berat); puncak tertingginya ada di Gunung Fuji (3.776 m) yang berapi dan masih aktif. Terdapat banyak sungai termasuk Sungai Shinano, sungai terpanjang di Jepang.

Jumlah penduduknya adalah 98.352.000 (pada 1990, 89.101.702 (1975)); kebanyakan bermukim di dataran rendah, terutama di Hamparan Kanto di mana 25% dari seluruh penduduk tinggal dan di sekitar Tokyo dan Yokohama. Kota lainnya termasuk Kyoto, Osaka, Kobe, Hiroshima, Sendai, dan Nagoya. Pulau ini biasanya dibagi menjadi lima daerah dan berisi 34 prefektur, termasuk Tokyo metropolitan.

Daerah-daerah tersebut adalah Chubu (tengah), Chugoku (selatan), Kanto (timur), Kinki (selatan, di atas Chugoku), dan Tohoku (utara).

3/4 dari kota-kota besar dan modern Jepang, termasuk 23 distrik khusus Tokyo, Yokohama, Osaka, Nagoya, Kobe, Kyoto, Akita, Sendai, Fukushima, Niigata, dan Hiroshima. Pusat budaya juga terletak di Honshu, seperti Kyoto (yang modern namun juga menyimpan bersifat kebudayaan), Nara, dan Kamakura.

Pulau ini juga memiliki daerah pertanian yang penting. Niigata dikenal sebagai produsen beras penting. Hamparan Kanto dan Nobi memproduksi beras dan sayuran. Yamanashi adalah daerah penghasil buah-buahan utama, dan Aomori terkenal akan apelnya.


 
8. Britania Raya
Britania Raya adalah sebuah pulau yang terletak di lepas pantai Eropa Barat sebelah barat laut. Pulau ini memiliki luas 218.595 km² dan secara keseluruhan merupakan wilayah Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara. Di pulau ini terletak tiga negara bagian atau wilayah negara kesatuan ini yaitu: Skotlandia, Inggris dan Wales.

Britania Raya disebut Raya untuk membedakannya dengan Britania yang lain yaitu région Bretagne di Perancis. Nama Britania Raya berasal dari bahasa Perancis Grand-Bretagne. Dan karena bahasa resmi pemerintahan Inggris mulai dari tahun 1066 adalah bahasa Perancis, maka nama ini dipakai terus sampai bahasa Inggris menjadi bahasa resmi kembali. Oleh para sejarawan nama "Bretayne the grete" dipakai pada tahun 1338. Namun secara resmi nama ini baru dipakai oleh raja James I (James VI of Scots and I of England and Ireland) pada 20 Oktober 1604. Kala itu ia menyatakan sumpah bahwa ia adalah "Raja Britania Raya" dan tidak hanya "Skotlandia" dan "Inggris" saja sebab Wales juga termasuk wilayahnya.



9. Pulau Victoria, Kanada

Pulau Victoria merupakan salah satu dari Kepulauan Arctic Kanada di Nunavut dan Teritori Northwest, Kanada. Ini merupakan salah satu pulau terbesar di dunia, dan dengan ukuran 217,291 km persegi menjadikannya pulau kedua terbesar di Kanada, dua kali besarnya Newfoundland. Sepertiga bagian barat dari pulau ini merupakan bagian dari Inuvik, Teritori Northwest dan sisanya merupakan bagian dari Kitikmeot, Nunavut. Selat Lebar Melville terletak di sebelah utara, dan Kanal Clintock serta Selat Victoria di sebelah timur. Bagian Teritori Northwest berlanjut ke daratan di seberang selatan, Selat Pease. Di barat terdapat Gurun Amundsen dan Pulau Banks.

Populasi penduduk pulau ini adalah 1,707; 1,309 di Nunavut dan 398 di Teritori Northwest (2001). Kependudukan terbesar, Semenanjung Cambridge, terletak di pesisiran sebelah tenggara. Holman ada di pesisiran sebelah barat.

Walau Pulau Victoria terletak di Kanada, ini bukan berarti pulau ini dekat kota Victoria, British Columbia, Kanada; Kota tersebut terletak di Pulau Vancouver yang juga sebaiknya tidak disamakan dengan letak dari Vancouver, British Columbia ataupun dengan letak dari kota Vancouver, Washington, A.S., yang juga tidak jauh dari sana.


10. Ellesmere, Kanada

Pulau Ellesmere adalah bagian dari Qikiqtaaluk Daerah di provinsi Nunavut di Kanada. Ianya terletak di Kanada Arctic Laut dan pulau milik Kepulauan Ratu Elizabeth. Cape Columbia adalah titik paling utara dari Kanada. Kawasan pulau adalah 196,235 km ². Kebanyakan dari pulau zabýrají Arctic Kordiléry, sangat bergunung-gunung. Arctic willow adalah pohon hanya tumbuh di pulau itu. Yang pertama adalah penduduk sekitar tahun 1000 - 2000 misalnya, n l. pemburu karibu, muskox, dan mamalia laut. Lebih dari lima pulau terdiri dari Taman Nasional Quttinirpaaq dengan fjords, glaciers dan danau Danau Hazen, danau terbesar di Amerika Utara Arctic Circle.
 
suber : www.terselebung.com

Rabu, 07 November 2012

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA

Menjelang pemilu 2009 lalu banyak politisi masuk kampus, mengajak anak-anak muda untuk peduli politik. Apatisme terhadap politik di kalangan muda saat itu memuncak. Kekecewaan terhadap pemerintah daerah menjadi pemicunya. Sejumlah kasus di pusat menambah kekecewaan pada dunia politik. Apatisme itu terbukti dengan tingginya angka golput dalam pemilu 2009 yang mencapai 49.677.776 atau 29, 0059 persen, dari total total daftar pemilih tetap (DPT)  sebanyak 171.265.442 orang (data resmi KPU dimuat di Kompas.com). Kecurangan juga terjadi sangat masif saat itu.
Kehadiran para politisi ke kampus juga didukung komentar para pengamat tentang perlunya anak-anak muda terjun ke dunia politik. Membenahi dari dalam sistem, begitu dalil yang sering didengungkan.  Partai-partai membuka pintu selebar-lebarnya bagi para politisi muda. Hasilnya, banyak juga aktivis mahasiswa yang tergiur untuk mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif.  Tahun-tahun berikutnya, wacana pemberdayaan pemuda di ranah politik kian kencang. Partai baru (pecahan dari partai-partai besar dan menengah) dan Pemilukada memperlebar peluang bagi anak muda untuk berkiprah di wilayah politik.
Belakangan, kiprah politisi muda kemudian disorot. Lembaga Survei Indonesia bahkan pernah merilis bahwa korupsi dalam lima tahun ini di dominasi oleh anak-anak muda. Hampir semua institusi politik, birokrasi dan pemerintahan, di pusat maupun di daerah diwarnai korupsi yang -diberitakan- banyak dilakukan kaum muda.
Di kalangan aktivis mahasiswa, fenomena korupsi juga sangat dipahami dan mungkin telah dipraktikkan bersama meskipun dalam skala kecil. Dalam gelaran orientasi pengenalan kampus (Ospek), atau bahkan dalam pelaksanaan seminar-seminar pun banyak terjadi. Dalam kegiatan skala nasional, korupsi bisa jadi terjadi lebih massif. Berita seputar korupsi telah menjadi sarapan sehari-hari di Koran maupun di televisi.  Suap dan korupsi terjadi hampir di semua ranah kehidupan di negeri ini. Bahkan masuk di wilayah sakral keagamaan. Dunia akademis yang seharusnya idealis juga tak luput dari isu korupsi.
Negeri Sampah
Buanglah sampah pada tempatnya. Kalimat itu tertera di mana-mana, namun faktanya sampah pun bertumpuk di mana-mana. Bahkan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta yang fenomenal dan digandrungi para pembaharu itu pun dibuat termenung dengan tumpukan sampah di Kali Ciliwung.
Soal sampah ini saya teringat  obrolan dengan salah satu pejabat eselon tiga di Banten, setahun lalu, ketika saya masih bertugas sebagai reporter di sebuah media di Banten. “Tahukah kamu, banyak orang terutama para pejabat menilai wartawan itu bak sampah!” katanya  mengungkap kegelisahannya terhadap negeri ini, terhadap profesi jurnalis yang telah melenceng dari jalur yang diidamkan.
Perbincangan ringan malam itu, memunculkan beban seberat gunung.  Sebenarnya saya tak heran dengan pernyataan itu. Kaget pun tidak. Sebab stigma negatif terhadap wartawan telah lama tersemat. Terpatri sejak media, seperti kata Goenawan Mohammad,  berubah menjadi industri kata-kata. Sejak  para penulis, seperti kata Rendra, menjadi penyair salon. Meski masih ada puluhan jurnalis yang jengah dan prihatin atas kondisi itu, tapi fakta di lapangan berkata lain.
Sialnya, banyak jurnalis muda terjebak untuk memperkuat stigma negatif itu. Sialnya lagi,  cerita sampah itu terucap dari pegawai pemerintahan, yang juga kerap dinilai sampah. Kalimat itu keluar dari warga negara yang digaji dari uang rakyat, menikmati berbagai subsidi yang diperoleh dari pajak.  Saya bertambah jengah, ketika dia mengajak berkolaborasi dalam memanipulasi program yang didanai APBD.  Ah, kau pun sampah juga ternyata. Begitu, ketus saya dalam hati.
Soal sampah, Gus Dur saat menjabat sebagai Presiden RI juga pernah membuat lelucon tentang fenomena aktivis sampah. Lelucon itu kemudian dijawab oleh sang aktivis, bahwa sampah juga masih bisa didaur ulang. Masalahnya, ternyata negeri ini tak hanya kumuh oleh sampah organik dan non organik yang mudah didaur ulang. Banyak sampah yang lebih mengerikan di negeri ini. Sampah manusia.  Aparat sampah, pejabat sampah, tokoh agama sampah, pejuang LSM sampah, wartawan sampah, penulis sampah, hingga pelajar dan mahasiswa sampah.
Kunjungan Jokowi ke kali Ciliwung beberapa waktu lalu, menyadarkan kita pada pentingnya peran pemulung sebagai pahlawan pengurai sampah. Dibutuhkan banyak super hero yang mampu mendaur ulang sampah yang mengerikan itu. Mungkin para ahli terapi hipnotis bisa melakukannya. Mencuci pikiran-pikiran penuh sampah, lalu mengisinya dengan ide-ide kreatif, bergizi, dan penuh semangat untuk bersama membenahi negeri yang tengah dirundung bencana sampah.
Jalan Lain, Pasukan Bubur
Keresahan pada sampah di negeri ini ternyata dirasakan oleh banyak kalangan.  Simak  topik dan status di media sosial, yang sering dijadikan tempat sampah para penggalau. Di sana kita akan melihat betapa indah takdir Tuhan, menjadikan negeri ini sebagai tempat sampah. Sebab banyak hikmah yang lahir di negeri sampah ini.
Motivator, penceramah dan presenter muda membawa suara optimisme yang walaupun semu, tapi memberi aura positif bagi para pemuda labil. Entrepreneur, pengusaha muda juga lahir dari kerapuhan bangsa ini. Semangat perbaikan semakin kental ketika banyak aktivis muda yang rela mengabdikan diri hingga ke pelosok. Mengajar, menebar buku pengetahuan hingga memberikan terapi medis dan psikologis bagi para korban bencana.
Bencana alam yang menimpa negeri ini secara bertubi juga ternyata membuat kita sadar akan perlunya perbaikan negeri dari banyak sisi. Kemudian industri media, yang tujuh puluh persen dihidupkan oleh para jurnalis muda membuat masyarakat umum dan pemerintah melek untuk saling mendukung, berjibaku membenahi negeri. Masyarakat sipil sadar semakin sadar pada hak dan kekuatannya untuk menekan aparat. Pemerintah, walau dengan sedikit tergagap, juga kemudian mafhum, jika perlu ada system yang mendukung semangat perubahan itu. Pejabatnya jadi takut membuat kesalahan, dan memilih jalan populer demi membangun citra.
Seperti kata Ketua KPK, Abraham Samad, pembenahan negeri -pendaur ulangan sampah itu-bisa dilakukan seperti makan bubur. Dimulai dari gerakan kelompok pinggiran lalu merangsek ke tengah hingga ke jantung pemerintahan, yakni Istana Negara.  Jadi, sesampah-sampahnya kaum muda masih bisa didaur ulang untuk direkatkan kembali sebagai elemen yang meperbaiki dan menjaga keutuhan NKRI.